Menghidupkan Suasana Ruang Dengan Pencahayan

Menghidupkan suasana ruang adalah salah satu tantangan terberat dalam suatu proses desain interior. Ada kalanya suasana ruangan menjadi lebih hidup dengan permainan bentuk, tekstur, warna, pemberian aksen maupun sistem pencahayaan ruang tersebut. Namun sebagian besar arsitek berpendapat bahwa pencahayaan lah yang paling berpengaruh didalam menghidupkan suasana ruang. Bahkan cahaya mampu membantu kita merasakan bentuk secara visual, menikmati warna, tekstur dan ruang.
Menghidupkan Suasana Ruang Dengan Pencahayan
ilustrasi oleh Gane Perspective Photography
Oleh karena itu, interior lighting atau penataan cahaya pada interior rumah sangatlah penting. Pencahayaan ruang yang ditata apik akan mencipta suasana tertentu dalam ruangan dan membangun estetika pada ruangan. Dengan permainan tata cahaya yang memanfaatkan perbedeaan efek cahaya, kita dapat memengaruhi atmosfer dalam sebuah ruangan. Setidaknya ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dalam upaya menghidupkan suasana ruang dengan pencahayaan menurut mstudiosolo berikut ini:

Lux dan warna cahaya
1. Cahaya terang. Memberikan semangat dalam melakukan sesuatu.  Namun cahaya yang terang berlebihan dapat membosankan, itulah sebabnya kita harus mempertimbangkan berapa banyak cahaya terang yang akan digunakan. Cahaya terang juga membentuk bayangan yang kuat.

2. Cahaya redup. Cahaya redup ini memberikan kesan rileks, tenang dan romantis, sehingga sangat cocok untuk digunakan pada ruang interior untuk relaksasi entertainment room.

3. Cahaya yang terlalu terang. Jenis pencahayaan ini juga sangat berguna untuk meningkatkan tampilan lukisan, patung, atau sudut ruang lain dengan lampu sorot.

4. Cahaya dengan warna hangat. Cahaya yang berwarna hangat seperti warna merah, jingga dan kuning akan membawa suasana riang dan ‘welcome’, terutama untuk warna orange dan kuning.

5. Cahaya dengan warna dingin. Cahaya biru, hijau dan ungu bisa membawa kesan tenang dari sisi warna, juga membawa kesan ‘dingin’.

Penempatan cahaya
Sebenarnya lampu dapat ditempatkan di mana saja. Hanya saja akan menimbulkan efek dan terang yang berbeda-beda. Dengan permainan lokasi titik lampu yang tepat dapat menghidupkan suasana ruang. Misalnya dengan memasang hidden lamp di belakang meja televisi atau lemari buku. Lampu gantung ditempatkan tepat di atas meja makan. Spotlight pada lukisan atau foto yang menempel di dinding. Yang jelas dengan memberikan penekanan pencahayaan pada area tertentu yang ingin ditonjolkan mampu menghindarkan kesan datar pada ruangan.

Jenis pencahayaan
1. Accent Lighting
Pencahayaan dengan aksen merupakan serupa dengan pencahayaan terarah, tetapi mampu menghadirkan nuansa berbeda melalui bentuk-bentuk visual yang menarik. Biasanya pencahayaan ini khusus menyorot bagian tertentu di ruangan, seperti lukisan ukiran, tanaman, dan barang berharga lainnya. Bisa juga dibuat untuk menonjolkan tekstur dinding atau tirai. Pencahayaan jenis ini setidaknya memerlukan tiga kali lebih banyak cahaya pada titik fokus dibanding pencahayaan di sekitarnya. Anda dapat menggunakan track light, lampu canister, atau lampu dinding untuk membuat pencahayaan beraksen.

2. Decorative Lighting
Pencahayaan dekoratif atau focal lighting memerlukan lampu yang memiliki bentuk menarik sekaligus memberi karakter bagi ruangan yang diteranginya. Pencahayaan jenis ini bisa diperoleh lewat lampu gantung, chandelier, light strip, atau lampu dinding—yang juga dapat digunakan untuk general lighting.

3. Task Lighting
Task lighting atau pencahayaan terarah dibuat untuk tujuan tertentu. Cara ini akan memberikan lebih banyak cahaya pada area tertentu, lebih banyak daripada yang cahaya sekitar. Lampu meja atau lampu gantung di langit-langit merupakan contoh pencahayaan ini. Sebuah lampu meja di ruang kerja dapat memberikan pencahayaan tambahan yang diperlukan untuk membaca buku atau surat kabar.

4. General Lighting 
General lighting atau ambient lighting merupakan pencahayaan untuk keseluruhan ruangan. Pencahayaan jenis ini harus membuat penghuni melihat segala sesuatu di  ruangan dengan jelas tanpa menafikan kenyamanan mata. General lighting dapat menggunakan lampu gantung, down light, chandelier, lampu langit-langit, dan lain-lain. Luas, warna, dan dekorasi ruangan akan memengaruhi intensitas cahaya yang diperlukan. Ada baiknya Anda menggunakan beberapa lampu yang dilengkapi dengan dimmer, sehingga cahaya dapat diatur berdasarkan kebutuhan. [Sumber: rumah.com, 3lfiyulia.wordpress.com]

0 Response to "Menghidupkan Suasana Ruang Dengan Pencahayan"

Post a Comment

Silahkan tinggalkan komentar Anda disini. Mohon maaf jika komentar yang menyertakan link aktif, iklan, atau titip link, akan dimasukan ke folder SPAM.

Contact Form

Name

Email *

Message *