Membuat Denah Rumah Tipe 36 Diatas Lahan 4x12 Meter

Jika yang lain hanya sekedar share gambar denah rumah tipe 36 yang mereka miliki kepada para netizen sekalian, maka Mstudiosolo akan memberikan lebih dari itu kepada para pembaca pada kesempatan kali ini. Karena ini adalah awal dari segmen baru (tutorial membuat denah rumah) yang akan mstudiosolo hadirkan kedepannya secara kontinyu maka pembahasannya pun dimulai dari rumah tipe sederhana terlebih dahulu. Yaitu pembuatan denah rumah tipe 36 diatas lahan seluas 48 meter persegi dengan panjang 12 meter dan lebar 4 meter.

Membuat Denah Rumah Tipe 36

Sebagai acuan untuk membuat denah rumah tipe 36 nya akan Mstudiosolo berikan sedikit ilustrasi sebagai berikut: "Seorang pemuda yang bekerja pada salah satu perusahaan swasta ternama di Indonesia, setiap hari berangkat dari rumah orang tuanya yang berjarak 40km dari kantor dimana Ia bekerja mengendarai moge kesayangannya. Rutinitas seperti ini sudah Ia jalani selama kurang lebih tiga bulan lamanya. Karena alasan efektivitas waktu dan tenaga Ia berencana membangun sebuah rumah sederhana di dekat kantornya. Kebetulan orang tuanya memiliki sebidang tanah seluas 48 meter persegi yang terletak tidak jauh dari kator dimana Ia bekerja. Dengan detail lahan sebagai berikut: panjang 12 meter, lebar 4 meter, kanan-kiri-belakang berbatasan langsung dengan rumah tetangga, lahan menghadap ke arah selatan.

Diatas lahan seluas 48 meter persegi inilah Ia berencana membangun sebuah rumah mungil tipe 36 sebagai tempat tinggal selama hari kerja. Dimana setiap akhir pekan Ia pulang ke rumah orang tuanya. Maka dari itu, Ia menginginkan sebuah rumah yang simpel namun nyaman untuk ditinggali. Sedangkan untuk kebutuhan ruangnya tidak perlu banyak-banyak, "yang penting ada ruang tidur, ruang hiburan, tempat naruh motor dan kamar mandi itu sudah cukup."

Dari ilustrasi diatas (diambil dari salah satu pembaca mstudiosolo yang mengirimkan pertanyaannya melalui email beberapa waktu yang lalu) dapat kita jadikan dasar dalam membuat denah rumah tipe 36 nya. Hal pertama yang harus dilakukan adalah mempelajari terlebih dahulu kondisi eksisting site/lahan dimana rumah akan dibangun. Lahan seluas 48 meter persegi dengan panjang 12 meter dan lebar 4 meter, kanan-kiri-belakang berbatasan langsung dengan rumah tetangga, menghadap keselatan. Ini artinya akses ke lahan hanya bisa dilakukan melalui arah depan (selatan). Dengan lebar lahan yang hanya 4 meter harus benar-benar efektif dalam menata sirkulasi ruang rumah sehingga tidak ada space yang terbuang percuma. Dan yang tak kalah pentingnya dalam menata ruang dilahan sempit seperti ini adalah mengatur sirkulasi udara dan pencahayaan alaminya. Jika melihat kondisi lahan yang sempit dan memanjang seperti ini, untuk menciptakan penghawaan dan pencahayaan alami seluruh ruangan rumah mengharuskan membuka ruang dalam rumah untuk area terbuka (taman dalam). Karena arah hadap lahan ke selatan maka taman dalam dapat diposisikan dibagian belakang rumah sebelah timur agar dapat membuka udara dan sinar matahari pagi yang baik untuk kesehatan.

Selanjutnya kita masuk ke tahap desain denah rumah tipe 36 nya. Pertama-tama buat terlebih dahulu bidang lahan tersebut diatas kertas atau media yang lainnya sesuai dengan ukuran dengan skala sesuai kebutuhan. Misalnya saja skala 1:100 yang artinya setiap 1 meter pada ukuran sebenarnya akan tergambar 1cm. (Disini untuk penggambaran denah Mstudiosolo menggunakan software google sketchup). Sehingga akan terlihat bidang persegi panjang dengan ukuran 4x12 meter sebagaimana yang terlihat pada gambar dibawah ini:

gambar lahan 4x12 meter

Jika sudah, buatlah daftar ruang yang dibutuhkan sesuai dengan ilustrasi diatas. Kebutuhan ruang utama (wajib ada): ruang tidur, ruang hiburan, kamar mandi dan tepat naruh motor. Kebutuhan ruang tambahan/penunjang: ruang tamu, dapur, teras, taman. Langkah berikutnya adalah melakukan penzoningan pada lahan untuk lebih mudah dalam mengatur sirkulasi ruang rumah nantinya. Disini Mstudiosolo membaginya kedalam 4 zona berbeda yaitu: area privat, area servis, area publik + semi publik serta ruang terbuka hujau (RTH). Dimana dalam satu area terdiri dari satu atau lebih ruang dengan jenis fungsi yang hampir sama.
  • Area privat: ruang tidur 
  • Area servis: dapur, kamar mandi
  • Area publik + semi publik: ruang hiburan, ruang tamu, tempat motor, teras
  • Ruang terbuka hijau: taman 
Disini kami menggabung area publik dan semi publik mengingat ukuran rumah yang relatif kecil yaitu tipe 36 (luas total lantai rumah 36 meter persegi).

Langkah selanjutnya adalah menerapkan penzoningan tersebut keatas bidang lahan yang telah dibuat sebelumnya. Pada tahap ini belum muncul ukuran ruang karena tujuannya adalah untuk mengelompokkan ruang berdasarkan jenisnya sehingga sirkulasi ruang rumah nantinya dapat "mengalir". Untuk lebih jelasnya silahkan Anda perhatikan gambar dibawah ini: 

penzoningan denah rumah

Perlu diingat, dalam mengatur penzoningan pun tidak boleh asal-asalan. Pada kasus rumah tipe 36 diatas lahan 48 meter persegi ini ada dua area yang sebisa mungkin berhubungan langsung dengan ruang terbuka hijau. Yaitu area privat yang didalamnya adalah ruang tidur serta area servis yang terdiri dari dapur dan kamar mandi. Hal ini bertujuan agar kedua area tersebut dapat tercover penghawaan dan pencahayaan alaminya. Sehingga kenyamanan serta kesehatan rumah dapat terjaga. Silahkan Anda perhatikan gambar dibawah ini, yang diberi tanda lingkaran putus-putus merupakan titik pertemuan antara kedua area (privat + servis) dengan ruang terbuk hijau atau taman rumah.

ventilasi pada denah rumah

Ketika penzoingan dirasa sudah pas dan tepat selanjutnya tinggal memasukkan ruang-ruang yang ada pada area tersebut. Selain mengatur susunan ruang, pada tahap ini sekaligus juga menentukan ukuran ruang tersebut (bisa dibilang inilah tahap yang paling rumit). Sehingga akan muncul susunan ruang beserta ukurannya sebagaimana yang tampak pada gambar dibawar ini:

Denah rumah tipe 36 dengan ukuran ruang

Sampai dengan tahap ini sudah terlihat bentuk denah rumah tipe 36 pada lahan 4x12 meter secara kasar. Dan jika dihitung luas lantai rumah secara keseluruhan sudah tepat 36 meter persegi itu artinya bereslah sudah urusan ukuran ruang. Yang harus dilakukan selanjutnya adalah membuat dinding serta menentukan letak pintu dan jendela rumah. Jika sudah, dapat ditambahkan beberapa perabot didalamnya. Maka akan terlihat seperti gambar denah rumah tipe 36 diatas lahan 4x12 meter yang berikut ini:

Gambar denah rumah tipe 36

Dan jadilah sudah gambar denah rumah tipe 36 nya, selanjutnya siap untuk dipakai sebagai acuan dalam membangun rumah. Tutorial membuat denah rumah tipe 36 diatas lahan 4x12 meter ini dapat Anda aplikasikan kedalam media apapun, tidak harus menggunakan software khusus. Dengan modal kerta, penggaris dan pensil pun denah sudah bisa dibuat, hanya saja membutuhkan waktu yang lebih lama bila dibandingkan menggunakan software khusus seperti autocad ataupun sketchup.

2 Responses to "Membuat Denah Rumah Tipe 36 Diatas Lahan 4x12 Meter"

  1. ada ga denah nya kalo 4 x 12 di beri lantai 2??

    ReplyDelete
  2. gambar motor harus ada di dalem ya om

    ReplyDelete

Silahkan tinggalkan komentar Anda disini. Mohon maaf jika komentar yang menyertakan link aktif, iklan, atau titip link, akan dimasukan ke folder SPAM.

Contact Form

Name

Email *

Message *